Part 6 - Mengembalikan Perubahan Menggunakan git reset

1. Apa Itu git reset?

git reset digunakan untuk membatalkan perubahan yang sudah masuk ke staging area, atau mengembalikan repository ke commit tertentu. Perintah ini sangat berguna ketika kamu ingin mengoreksi staging atau membatalkan perubahan yang tidak diperlukan.

2. Membatalkan Staging File Tertentu

Jika kamu salah menambahkan file ke staging area, gunakan:

git reset nama-file

Ini tidak menghapus isi file. Hanya mengeluarkan file dari staging area.

3. Membatalkan Semua Staging

Untuk mengeluarkan semua file dari staging:

git reset

4. Mengembalikan Repository ke Commit Tertentu

Dengan reset, kamu bisa mengembalikan project ke commit tertentu menggunakan hash commit.

Soft Reset

Mengembalikan ke commit tertentu, tapi perubahan tetap ada di staging:

git reset --soft 

Mixed Reset (Default)

Perubahan tetap ada di working directory, tapi tidak dalam staging:

git reset --mixed 

Hard Reset

Menghapus seluruh perubahan di working directory dan mengembalikan repository ke kondisi commit tertentu. Gunakan dengan sangat hati-hati.

git reset --hard 

5. Melihat Hash Commit

Gunakan git log untuk melihat daftar commit dan hash-nya:

git log --oneline

6. Mengembalikan Commit Terakhir (Amend)

Jika hanya ingin memperbaiki commit terakhir (misalnya salah pesan commit atau lupa file):

git commit --amend

7. Ringkasan

  • git reset nama-file — membatalkan staging file tertentu.
  • git reset — membatalkan semua staging.
  • git reset --soft — kembalikan commit tapi simpan staging.
  • git reset --mixed — kembalikan commit tanpa staging.
  • git reset --hard — menghapus perubahan & kembali ke commit tertentu.
  • git commit --amend — memperbaiki commit terakhir.

Di Part 7, kita bahas lebih dalam tentang commit, diff, dan log untuk manajemen riwayat versi.


ariq fadhil

Im Ariq Tech, a Top Rated Fullstack Developer with 5+ years of experience, delivering high-quality solutions across 50+ projects.